Pernahkah kamu membaca ayat berikut ini?
فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّٰدِمِينَ
(Al Ma'idah 5:31) : Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
Kenapa sih Allah subhanahu wa taala memilih mengirimkan seekor gagak kepada qabil sebagai gurunya? Bukankah masih banyak burung lain? Dari sekian juta spesies burung kenapa harus gagak?
Ternyata semua itu ada rahasianya loh, Allah subhanahu wa taala tidak mungkin serampangan dalam memutuskan perkara dibaliknya pasti ada hal luar biasa yang kita perlu gali dan terus cari tau dan kewajiban kita sebagai manusia ialah terus iqra’, iqra’ dan iqra’
Dalam Tafsīr al-Āyāt al-Kawniyyah, karya Prof. Dr. Zaghlūl Rāghib Muḥammad al-Najjār, (hlm. 191–192) dijelaskan bahwa ternyata gagak merupakan burung yang paling pintar dan cerdik dibandingkan dengan jenis burung-burung lainnya. Ia memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan burung-burung lainnya, sehingga ia memiliki keunggulan dalam hal kecerdasan, daya ingat, kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) dan kemampuan beradaptasi.
Selain gagak, kakak tua juga dikenal sebagai burung yang cerdas.
Gagak termasuk dalam famili corvidae dan genus corvus. Ia memiliki ciri-ciri bulu yang hitam legam dan suara kicau yang nyaring.
Gagak termasuk dari kelompok burung omnivora meskipun ia lebih cenderung memakan daging daripada tumbuh-tumbuhan. Saat ini lebih dari tiga puluh lima jenis gagak yang tersebar di muka bumi.
Gagak memiliki kemampuan unik yaitu mampu membuat peralatan dari bebatuan yang membantunya dalam berburu mangsa atau mengubur bangkai mangsanya sebagai persediaan makanan. Kemampuan menggunakan benda sebagai alat merupakan salah satu hal yang menarik dari perilaku gagak. Sebuah benda yang pada awalnya hanya merupakan bagian dari lingkungan dapat dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Ini menunjukkan bahwa gagak tidak hanya bertindak berdasarkan naluri sederhana, tetapi juga mampu memanfaatkan keadaan di sekitarnya untuk mencapai tujuan.
Nah karena kemampuan unik inilah Allah mengutusnya untuk mengajari Qabil bagaimana cara mengubur saudaranya Habil yang telah ia bunuh.
So, sudah jelas kan? Kenapa Allah subhanahu wa ta’ala memilih mengirim burung gagak bukan burung pipit atau kutilang. Ternyata memang benar ada sesuatu yang begitu luar biasa dan indah yang Allah sematkan didalamnya. Oleh karena itu sebagai makhluk tuhan yang dianugerahi akal, volume otak yang cukup dan bentuk tubuh yang paling proper mari kita gunakan semua karunia itu terhadap hal yang positif dan berguna tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bagi orang lain.