Dalam Kitab Dziwan Asy-Syafi'i, disebutkan pada bait-baitnya:
اصْبِرْ عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ
فَإِنَّ رُسُوبَ الْعِلْمِ فِي نَفَرَاتِهِ
وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً
تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ
وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيمُ وَقْتَ شَبَابِهِ
فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ
وَذَاتُ الْفَتَى -وَاللهِ- بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى
إِذَا لَمْ يَكُونَا لَا اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ
Bersabarlah Atas Pahitnya sifat Kaku/Keras dari seorang Guru
Karena sesungguhnya kegagalan dari mendapat ilmu karena lari/enggan Kepadanya
Dan Barangsiapa yang tidak pernah merasakan pahitnya belajar meskipun hanya sesaat saja
Maka dia akan mendapatkan pahitnya kebodohan sepanjang hidupnya
Dan Barangsiapa yang luput dari belajar pada masa mudanya
Maka bertakbirlah untuknya empat kali sebagai tanda kematiannya
Dan Sejatinya Seorang Pemuda -Demi Allah- itu dengan Ilmu dan Taqwa, jika dua hal tersebut tak ada pada dirinya, maka Pemuda tersebut tidaklah dianggap.
Referensi: Dziwan Asy Syafi'i