Dalam Kitab Diwan al-Imam asy-Syafi'i, beliau menyampaikan sebuah nasihat bijak melalui syair berikut :
سَافِرْ تَجِدْ عِوَضاً عَمَّنْ تُفَارِقُهُ
وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوفَ الْمَاءِ يُفْسِدُهُ
إِنْ سَاحَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
وَالأُسْدُ لَوْلا فِرَاقُ الأَرْضِ مَا افْتَرَسَتْ
وَالسَّهْمُ لَوْلا فِرَاقُ الْقَوْسِ لَمْ يُصِبِ
Pergilah merantau, niscaya engkau akan mendapat pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Dan berlelah-lelahlah, karena manisnya hidup itu terasa setelah engkau bersusah payah.
Sungguh, aku melihat air yang diam tergenang itu akan menjadi rusak (kotor). Jika air itu mengalir ia akan jernih/bersih, namun jika tidak mengalir ia tidak akan menjadi jernih.
Singa jika tidak meninggalkan sarangnya, ia tidak akan mendapatkan mangsanya. Begitu pula anak panah, jika tidak melesat meninggalkan busurnya, ia tidak akan mengenai sasaran.