Breaking
Artikel

Ketika Satu Rumah Lebih Terang dari Kamar yang Lain

16:21 WIB 59 kali dibaca 2 menit baca
A

Ditulis oleh

Ach. Romdan

Ketika Satu Rumah Lebih Terang dari Kamar yang Lain
Ketika Satu Rumah Lebih Terang dari Kamar yang Lain

Ada yang rela meninggalkan jalan yang penuh cahaya demi memilih sebuah rumah. Ia percaya, rumah itu akan menjadi tempat untuk tumbuh, belajar, dan memperjuangkan masa depan bersama.

Namun, setelah tinggal di dalamnya, muncul sebuah pertanyaan sederhana: mengapa rumah yang sama tidak menerangi setiap kamarnya dengan cahaya yang sama?

Dalam sebuah rumah besar yang menaungi lebih dari satu ruang pendidikan, perhatian, fasilitas, dan kesempatan semestinya tidak berhenti pada satu sudut saja. Setiap kamar memiliki penghuni yang sama-sama datang membawa harapan, tenaga, dan cita-cita untuk berkembang.

Beasiswa, fasilitas pendidikan, pembenahan sistem, hingga dukungan terhadap pengembangan mahasiswa bukan sekadar pelengkap. Semua itu merupakan bagian dari cahaya yang membantu penghuni rumah menemukan jalannya.

Ketika satu kamar terus diperbaiki, sementara kamar lainnya berjalan dengan fasilitas dan kesempatan yang lebih terbatas, wajar apabila muncul kegelisahan. Bukan karena penghuni kamar lain ingin memadamkan cahaya yang sudah menyala, melainkan karena mereka juga berharap mendapatkan penerangan yang layak.

Sebab persoalannya bukan tentang siapa yang mendapat lebih banyak cahaya, tetapi tentang bagaimana cahaya dalam satu rumah dapat dirasakan secara lebih adil.

Rumah yang baik bukanlah rumah yang membuat satu kamar menjadi paling terang. Rumah yang baik adalah rumah yang memastikan tidak ada penghuninya yang harus belajar dalam gelap.

Dan mungkin, sudah waktunya pengelola rumah menengok kembali setiap kamarnya—bukan untuk mengurangi cahaya di satu tempat, tetapi untuk memastikan tidak ada ruang yang terlupakan.

A

Kontributor

Ach. Romdan

Bagikan berita ini: